MENANGANI PENGGANDAAN DOKUMEN
(Administrasi Perkantoran)
Menangani penggandaan dokumen
1. Pengertian Penggandaan Dokumen
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka, ditulis arti kata
penggandaan, yakni : proses, cara, perbuatan menggandakan. Jadi kata
menggandakan dapat diartikan, usaha memperbanyak atau melipatkan beberapa kali
dokumen. Dapat diartikan pula penggandaan dokumen, berarti suatu perbuatan
menggandakan atau memperbanyak dokumen sesuai kebutuhan dengan menggunakan alat
pengganda.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak
sekali kegiatan yang merupakan kegiatan penggandaan, baik itu penggandaan
dokumen tertulis maupun penggandaan dokumen tidak tertulis. Dengan adanya mesin
pengganda ini diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara yang lebih
efektif dan efisien.
Agar kita dapat mengetahui berbagai cara
yang dapat digunakan untuk menggandakan dokumen dan berbagai alat untuk
menggandakan dokumen sesuai dengan jenis dokumennya, maka kita perlu mengetahui
berbagai jenis dokumen.
Berikut ini beberapa jenis dokumen :
Dilihat dari segi pemakainya :
- Dokumen pribadi
- Dokumen niaga
- Dokumen sejarah
- Dokumen pemerintah
Dilihat
dari segi kegunaannya :
- Nilai penerangannya
- Nilai yuridis
- Nilai perdagangan
- Nilai historis
Dilihat dari
sumbernya :
- Dokumen yang bersumber dari segi pemerintah
- Dokumen yang bersumber dari swasta
- Dokumen yang bersumber dari kontrak dagang
- Dokumen yang bersumber dari aktivitas lembaga
persurat kabaran
- Dokumen yang bersumber dari perseorangan.
Dilihat
dari segi fungsinya :
- Dokumen dinamis
- Dokumen aktif
- Dokumen semi aktif
- Dokumen inaktif
- Dokumen statis
Dilihat
dari segi penelitian :
- Dokumen primer
- Dokumen sekunder
- Dokumen tertier
Ditinjau
dari ruang lingkup atau bentuk :
- Dokumen literal
- Dokumen korporal
- Dokumen privat
Dengan mengetahui jenis-jenis dokumen tersebut maka diharapkan kita dapat
menentukan dengan tepat cara dan mesin penggandaan yang akan digunakan.
Penggandaan selain dilakukan terhadap dokumen tertulis dapat juga dapat
dilakukan terhadap dokumen tidak tertulis. Beberapa bentuk gandaan yang lazim
dilakukan antara lain :
- Memperbanyak dokumen naskah sebagai bahan suatu
pekerjaan. Misalnya memperbanyak undangan, memperbanyak materi rapat,
memperbanyak laporan, memperbanyak bukti transaksi, dll.
- Memperbanyak dokumen yang berisi gambar atau
lukisan. Misalnya memperbanyak gambar peraga.
- Memperbanyak hasil rekaman. Misalnya memperbanyak
CD, VCD atau kaset.
2. Fungsi Alat Penggandaan
Dokumen
Setiap organisasi yang besar atau kecil dengan tujuan yang berbeda-beda, tentu
di dalamnya tedapat bagian yang melaksanakan tugas pokok dan bagian-bagian lain
yang melaksanakan tugas penunjang.
Salah satu yang melaksanakan tugas
penunjang adalah bagian penggandaan. Adapun fungsi bagian penggandaan bagi
suatu kantor, antara lain :
- Memberikan pelayanan memperbanyak dokumen, untuk
pimpinan demi kelancaran tugas rutin
- Memberikan pelayanan memperbanyak dokumen, untuk
bagian-bagian lainnya
- Memberikan pelayanan memperbesar atau memperkecil
tulisan atau gambar, dari dokumen, sesuai keinginan pimpinan
- Bertanggung jawab atas pekerjaan yang telah
dipercayakan pimpinan kepadanya
- Memberikan pelayanan sesegera mungkin secara
optimal
3. Macam – Macam Alat Penggganda Dokumen
Maraknya teknologi digital memberi pengaruh besar terhadap kecepatan pekerjaan
bagi suatu kantor, terutama pekerjaan kantor yang berhubungan dengan
penggandaan dokumen.
Berikut beberapa alat pengganda :
Photocopy
Mesin fotocopy adalah suatu alat untuk menyalin kembali dokumen atau illustrasi
dengan menggunakan cahaya, panas, bahkan
kimia, atau muatan listrik statis. Pada tahun 1939 seorang ahli fisika Amerika
Serikat bernama Chester F. Carison menemukan proses duplikasi naskah dengan
menggunakan energi listrik statis yang diberi nama xerography yang berarti
tulisan kering dari bahasa yunani, lalu mesin ini diberi nama Xerox.
Jenis-Jenis
Mesin Fotocopy Secara umum berdasarkan ukurannnya mesin fotocopy dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu mesin fotocopy kecil (portable), mesin fotocopy
sedang (standar) dan mesin foto copy besar.
- Mesin foto copy kecil Mesin foto copy kecil
(Portable), Ciri-cirinya antara lain : mudah dijinjing, kecepatan menyalin
5-10 lembar per menit, dengan ukuran kertas A4 (210 x 297mm).
- Mesin foto copy sedang Mesin foto copy sedang
(standar), berat mesin ± 70 kg kecepatan menyalin 15-25 lembar per menit,
dengan ukuran kertas A3 (297×420 mm) dan B4 (257×364 mm)
- Mesin foto copy besar Mesin foto copy besar,
berat mesin di atas 70 kg kecepatan menyalin minimal 3 lembar per menit,
dapat memperbesar dan memperkecil, menggandakan pada kertas berwarna,
serta dilengkapi dengan alat sortir papan dokumen otomatis.
Cara
pengoperasian mesin fotokopi pada prinsipnya tidak terlalu sulit dengan syarat
sebelum mengoperasikan kita harus mempelajari terlebih dahulu petunjuk manual
atau buku petunjuk penggunaan mesin tersebut. Teknik operasional dari mesin
fotokopi melibatkan 3 bagian utama, yaitu:
- Bagian bak kertas kosong
Kertas dari bak ditarik satu per satu dengan peralatan penarik kertas sehingga
di dalam mesin fotokopi terjadi proses perekaman naskah yang diletakkan pada
papan kaca dimana kertas tersebut harus diletakkan terbalik.
2. Bagian mesin
pemroses
Kertas yang terkena proses foto dengan kekuatan sinar khusus dan alat
elektronik, maka terjadilah perekaman naskah asli dipindahkan ke atas kertas
yang telah terkena tinta.
3. Bagian bak
penampung hasil
Pada bagian bak penampung hasil ini, kertas hasil fotokopi diletakkan.
Stencil mechine
Mesin stensil tidak lain adalah mesin penghasil dokumen berbentuk lembaran
dalam jumlah banyak dengan menggunakan pembantu “kertas master” yang disebut
dengan stensil sheet atau sit stensil.
Ada 2
macam mesin stensil, yaitu :
a. Mesin stensil manual (manual
stencil duplicator)
Mesin stensil
manual dapat digunakan untuk menggandakan warkat/surat dengan jenis kertas
seperti HVS, duplicator, roneo dan sebagainya.
Ciri-ciri mesin stensil manual:
- Tenaga pengerakknya menggunakan tenaga manusia
- Komponen dan cara kerja mesin bersifat mekanis
- Tinta yang digunakan adalah tinta stensil warna
hitam
- sheet yang digunakan bisa sheet stensil, sheet
scanner, atau stensil cutter sebagai sheet master
- ukuran kertas maksimum adalah kertas folio (8,5 x
13 inci atau 21,5 x 33 cm)
Komponen mesin stensil manual :
1. Silinder tinta (ink cylinder)
- Penjepit sheet stensil (stencil fitting bar)
- Kain penyaring tinta (ink screen)
- Plat baja (steel band)
b. Mesin Stensil Spiritus
Mesin stensil
spiritus termasuk jenis mesin pengganda proses langsung (direct proses) atau
ada juga yang menyebutnya sebagai mesin pengganda cairan (liquide duplicator).
Ciri-ciri mesin stensil spiritus:
1. Tenaga penggerakknya menggunakan
tenaga manusia (manual)
2. Komponen dan cara kerja mesin bersifat mekanis
3. Menggunakan master paper
a. Kertas biasa dengan lapisan bahan pelicin
b. Master Sheet, kertas master dengan transfer carbon
c. Master thermal, kertas master dengan perekam menggunakan thermocopier
4. Penggandaan menggunakan kertas folio
5. Pencetakan menggunakan cairan pelarut alkohol.
Komponen mesin stensil spiritus:
1. Tabung berisi cairan (fluid tank)
2. Alat penghitung (counter)
3. Tempat kertas atau papan kertas (feed tray)
4. Roda penyesuaian kertas (adjustment wheel)
5. Tombol pengatur pemasukan kertas (feed control button)
6. Pengatur posisi cetakan (copy positioner)
7. Tombol pengatur tekanan (preasure control button)
8. Engkol (handle)
9. Tutup atas (top cover)
10. Silinder logam (metal cylinder)
11. Tempat hasil gandaan (receiving tray)
Risograph
Mesin
rissograph, yakni mesin pembuat copy untuk jumlah yang besar dengan
menggunakan master copy, dapat memperbesar dan memperkecil, serta dapat merubah
warna sesuai keinginan.
Populernya, mesin risograph lebih sering
disebut sebagai Riso printer-duplicator. Mesin ini dapat digunakan sebagai
mesin cetak individual ataupun dengan cara terkoneksi jaringan komputer.
Mesin ini
banyak dipakai dalam bisnis percetakan untuk mencetak diantaranya: kop surat,
nota, kartu nama, pamplet/leaflet, brosur b/w, serta yang lainnya. Dengan
kemampuan mencetak 60-90 lembar A3 atau 100-150 lembar A4 mesin ini per menit,
Mesin Risograph ini juga mampu mencetak poster dengan ketebalan kertas hingga
400 gram.
Offset
Teknik cetak datar
atau biasa disebut offset adalah teknik cetak dimana bagian yang mencetak
kedudukannya sama datar dengan bagian yang tak mencetak.
Offset adalah mesin cetak yang
menggunakan master yang disebut plate dengan proses pemindahan huruf ke
blanket.
Macam – macam mesin
offset :
Dilihat dari bentuk
dan kemampuannya, mesin offset dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a. Offset kecil
Mesin ini bentuknya kecil, dengan kemampuan mencetak maksimal pada kertas
ukuran A3 (297 420 mm). Karena bentuknya kecil, sedikit lebih besar dari
mesin stensil, sering disebut mini
offset atau dekstop mini offset.
b. Offset sedang
Mesin ini bentuknya lebih besar dan mampu menceak kertas ukuran double folio.
Karena bentuknya agak besar, mesin ini diletakkan di lantai dan diberi alas
meja (dekstop) seperti mini offset.
c. Offset besar
Mesin ini bentuknya besar dan mampu mencetak pada kertas ukuran A1 (841 x 594
mm) dan A0 (1189 x 841 mm). Mesin ini umumnya terdapat di perusahaan percetakan
yang cukup besar atau pada percetakan surat kabar.
mesin pengganda dokumen
Mesin - Mesin Pengganda Dokumen
I. Pengertian Mesin Pengganda.
Mesin pengganda dokumen merupakan mesin yang di gunakan untuk
membuat, memperbanyak
atau menggandakan suatu dokumen sesuai dengan jumlah kebutuhan.
Adapun dokumen yang diperbanyak tersebuat ialah dokumen-dokumen
yang berupa naskah,
tulisan, surat undangan, gambar, foto dan dokumen dokumen lainnya.
2. Jenis - Jenis Mesin Pengganda
A. Fotocopy
Fotocopy merupakan mesin pengganda yg paling banyak
digunakan saat ini.
Mesin ini berfungsi untuk menyalin kembali suatu dokumen
asli yang akan
diperbanyak dengan bantuan cahaya, panas, bahan kimia
(tinta), dan muatan
listrik statis yang menghasilkan salinan baru.
Mesin fotocopy mampu menyalin 5-25 lembar per menitnya
tergantung
ukurannya.
B. Mesin Stensil / Duplikator
Mesin stensil merupakan mesin pengganda yg umum digunakan di
kantor-kantor
karena penggunaanya yg murah. Mesin stensil ini
merupakan mesin penghasil
dokumen berbentuk lembaran-lembaran dlm jumlah yg banyak
dimana
penggunaanya menggunakan kertas pembantu yaitu 'kertas
master' yg disebut
stensil sheet.
Mesin pengganda stensil ini terdiri dari tiga macam yaitu :
1. Mesin Stensil Manual
Mesin
stensil manual merupakan mesin yg terdiri dari komponen2 yg bersifat
mekanis, dan
dioperasikan dengan tenaga manusia.
2. Mesin Stensil Listrik
Mesin stensil listrik
merupakan mesin yg terdiri dari komponen/mesin yg
bersifat statis
namun dioperasikan dengan listrik. Penggunaan mesin ini
menghasilkan hasil
yg lebih baik dari mesin yg manual.
3. Mesin Stensil Elektronik
Mesin stensil
elektronik merupakan mesin yg terdiri dari komponen mekanis
dan digerakkan oleh listrik
serta dilengkapi panel board otomatis sehingga
penggunaanya jauh
lebih baik dan mudah.
C. Scanner
Scanner merupakan mesin pengganda dokumen, gambar dan
foto yang
menghasilkan salinan yg baik dan hampir sama seperti
aslinya.
Penggunaan scanner ini umumnya bersamaan dengan penggunaan
komputer.
D. Printer
Printer merupakan mesin pengganda dokumen, gambar dan foto
yg banyak
digunakan saat ini karena hasilnya yg baik dan penggunaanya
yg mudah.
Printer umunya saat ini digunakan bersamaan dengan
komputer/laptop sebagai
pemberi perintah dan sumber file/dokumen yg akan di
hasilkan.
E. Mesin Risograph
Mesin risograph atau yg dikenal dengan nama mesin RISO,
merupakan mesin
perangkat untuk mencetak dan menyalin suatu dokumen dengan
kecepatan
tinggi karena mesin dapat mencetak hingga 120 lembar per
menitnya, jauh lebih
mesin dari mesin fotocopy dan scanner.
Umumnya mesin ini terdapat pada bisnis percetakan karena
biayanya yang jauh
lebih murah ketimbang mesin pengganda lainnya.
Mesin ini bekerja dengan menyalin salinan asli dokumen yg
kemudian di scan
dan setting di mesin Riso dan menghasilkan salinan baru.
F. Mesin Offset
Mesin offset merupakan mesin cetak yang umunya digunakan
pada industri
percetakan dan penerbitan seperti koran, buku, majalah, dll.
Mesin ini memilki bobot yg berat serta ukurannya yg besar
karena memang
digunakan untuk memproduksi cetakan yg banyak dan besar.
Namun ada juga yg ukurannya relatif kecil.
Umunya mesin offset terdiri dari 3 jenis yaitu :
1. Mesin offset Digital
2. Mesin Offset Printing
3. Mesin Offset Ukuran Mini
G. Komputer
Komputer merupakan salah satu mesin pengganda dokumen namu
dalam
bentuk perangkat lunak atau software, ini terbukti dari
adanya sistem 'copy-
paste' pada program komputer.
Penggunaan komputer biasanya menggunakan printer dan scanner
untuk
menghasilkan dokumen dalam bentuk naskah, makalah dll.
Perangkat Komputer.
Perangkat Komputer/Laptop.
H. Faximile
Faximile merupakan salah satu alat-alat kantor yang banyak
digunakan saat ini.
Faximile biasanya digunakan sebagai alat komunikasi dan juga
dapat digunakan
untuk meng-copy dan menggandakan dokumen, berkas yg
diperlukan.
Penggunaan berkirim dokumen dan menerima dokumen dengan 'faximile'
dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu manual dan otomatis.
Mesin faximile ini umumnya terdiri dari mesin fax dan jaringan
telepon, dimana
cara cara menggunakannya ialah dengan memasukkan terlebih dahulu
dokumen
ke mesin fax kemudian menekan nomor telepon tujuan. Dan beberapa
saat
kemudian dokumen akan sampai di tujuan.
MENGGANDAKAN DOKUMEN
Pengantar
Perusahaan apapun bentuknya, baik itu perusahaan besar atau kecil, baik itu
lembaga pemerintah maupun swasta, tidak lepas dari suatu kegiatan yang disebut
dengan kegiatan penggandaan. Terbukti kegiatan penggandaan dokumen, mampu
memperlancar kegiatan suatu kantor, serta mempermudah penyampaian informasi,
misalnya : Materi rapat dapat dicetak sebanyak peserta rapat. Untuk lebih
jelasnya tentang kegiatan penggandaan, pelajarilah kompetensi berikut ini.
Pengertian Penggandaan
Mesin Pengganda
Sebelum mengoperasikan alat pengganda, terlebih dahulu anda mengetahui arti
kata penggandaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka, ditulis
arti kata penggandaan, yakni : proses, cara, perbuatan menggandakan. Jadi kata
menggandakan dapat diartikan, usaha memperbanyak atau melipatkan beberapa kali
dokumen. Dapat diartikan pula penggandaan dokumen, berarti suatu perbuatan
menggandakan atau memperbanyak dokumen sesuai kebutuhan dengan menggunakan alat
pengganda. Adapun pekerjaan yang dapat digandakan atau diperbanyak, antara lain
: memperbanyak naskah atau dokumen sebagai bahan suatu pekerjaan, misalnya :
memperbanyak undangan, memperbanyak bahan materi rapat dan sebagainya
Fungsi Penggandaan
Setiap organisasi yang besar atau kecil dengan tujuan yang berbeda-beda, tentu
di dalamnya terdapat bagian yang melaksanakan tugas pokok dan bagian-bagian
lain yang melaksanakan tugas penunjang.
Salah satu yang melaksanakan tugas penunjang adalah bagian penggandaan. Adapun
fungsi bagian penggandaan bagi suatu kantor, antara lain :
1. Memberikan pelayanan memperbanyak dokumen, untuk pimpinan demi kelancaran
tugas rutin
2. Memberikan pelayanan memperbanyak dokumen, untuk bagian-bagian lainnya
3. Memberikan pelayanan memperbesar atau memperkecil tulisan atau gambar, dari
dokumen, sesuai keinginan pimpinan
4. Bertanggung jawab atas pekerjaan yang telah dipercayakan pimpinan kepadanya
5. Memberikan pelayanan informasi secara optimal dalam rangka efektivitas
penyelesaian pekerjaan kantor.
Macam-Macam Alat Pengganda
Maraknya teknologi digital memberi pengaruh besar terhadap kecepatan pekerjaan
bagi suatu kantor, terutama pekerjaan kantor yang berhubungan dengan
penggandaan dokumen, misalnya alat pengganda yang mampu mengirim tetapi dapat
juga menerima, sekaligus mengkopi langsung semua dokumen yang dikirim.
Mesin pengganda banyak macamnya, antara lain :
1. Mesin foto copy biasa, yakni : suatu alat untuk menyalin kembali dokumen
atau ilustrasi dengan menggunakan cahaya, panas, bahan kimia, atau muatan
listrik statis.
2. Mesin rissograph, yakni : mesin pembuat copy untuk jumlah yang besar dengan
menggunakan master copy, dapat memperbesar dan memperkecil, serta dapat merubah
warna sesuai keinginan.
3. Mesin stensil, yakni : suatu alat pengganda dokumen dengan menggunakan sheet
stensil untuk digunakan membuat master copy, dan untuk menutup bagian sheet
stensil yang salah ditutup dengan koreksi lak.
Untuk membuat master copy dapat menggunakan mesin ketik ( dengan cara
memindahkan tulisan dengan mengetik di atas sheet stencil ), menggunakan
printer ( mencetak di atas sheet stncyl tanpa menggunakan tinta ), atau pena
stylus ( dengan menulis di atas sheet stencyl ).
Hasil yang diperoleh terdapat lubang – lubang sablon huruf , karakter, gambar
yang akan digunakan untuk lewat tinta ketika pada proses penggandaan pada mesin
stensil.
alat Pengganda
Dalam materi ini, anda akan mempelajari satu macam alat pengganda, yakni mesin
foto copy, dan anda perlu mengetahui terlebih dahulu sejarah foto copy. Pada
tahun 1939 seorang ahli fisika Amerika Serikat bernama Chester F. Carison, menemukan
proses duplikasi naskah dengan menggunakan energi listrik statis
Proses ini diberi nama xerography yang berarti tulisan kering, dari bahasa
Yunani, lalu mesin ini diberi nama xerox. Ada beberapa jenis ukuran alat foto
copy antara lain :
1. Mesin foto copy kecil (Portable), dengan ciri-cirinya antara lain : mudah
dijinjing, kecepatan menyalin 5-10 lembar per menit, dengan ukuran kertas A4
(210 x 297 mm)
2. Mesin foto copy sedang (standar), dengan ciri – ciri berat mesin ± 70 kg
kecepatan menyalin 15-25 lembar per menit, dengan ukuran kertas A3 (297x420 mm)
dan B4 (257x364 mm)
3. Mesin foto copy besar, berat mesin di atas 70 kg kecepatan menyalin minimal
3 lembar per menit, dapat memperbesar dan memperkecil, menggandakan pada kertas
berwarna, serta dilengkapi dengan alat sortir papan dokumen otomatis.
Mesin Foto Copy
Proses foto copy dimulai pada saat dokumen asli yang akan diduplikasikan
diletakkan pada permukaan kaca. Kemudian dokumen tersebut disinari dengan
cahaya yang berjalan. Bagian kertas putih akan memantulkan cahaya lebih banyak
daripada bagian yang berwarna, untuk lebih jelas pelajarilah terlebih dahulu
bagian-bagian dari mesin foto copy, sebagai berikut :
1. Tutup asli (original cover, original holder, platen cover). Berfungsi untuk
menutup atau memegang lembaran asli yang akan dicopy
2. Kaca tempat asli (original glass). Berfungsi untuk meletakkan lembar asli,
pada bagian tepi kanan terdapat skala yang perbangkal pada titik tengah. Skala
ini berfungsi untuk mengatur lembaran asli agar tepat pada posisi tengah
3. Papan tempat asli (original tray, original support). Berfungsi untuk
meletakkan lembar asli yang belum dicopy atau yang sudah dicopy.
4. Tombol on–off (on-off switch, power switch). Berfungsi untuk menghidupkan
dan mematikan mesin.
5. Papan hasil penggandaan (copy tray). Berfungsi sebagai tempat penampung
hasil penggandaan
6. Kerangka mesin. Pada mesin tertentu di bagian samping terdapat tutup mesin
yang mudah dibuka untuk mengganti tinta, memperbaiki kertas yang menggulung
roll dan service mesin
7. Papan kertas untuk operasi manual (by pass feed table, manual feed table, by
pass base). Berfungsi untuk operasi manual atau memasukkan kertas copy satu per
satu
8. Baki kertas kaset (cassette). Papan kertas untuk mendapatkan penggandaan
(salinan). Tiap baki memuat 250-500 lembar kertas dengan ukuran
sendiri-sendiri, seperti : A4, A3, B4 dan B5
Mesin Foto Copy Besar
Mesin foto copy besar dilengkapi juga beberapa bagian lagi, yakni :
1. Lembar kertas. Untuk menempatkan persediaan kertas copy
2. Papan dokumen otomatis. Untuk memasukkan dokumen/lembar asli secara
otomatis, sangat bermanfaat untuk menggandakan lembar asli yang banyak
3. Papan penyortir (sorter). Untuk memisah-misahkan hasil penggandaan yang
terdiri dari lembaran asli yang banyak dengan salinan yang banyak pula. Sorter
ini terdiri atas 10 rak dan 20 rak
4. Papan kertas besar (large capacity). Untuk meletakkan kertas dalam jumlah
banyak, dapat menampung sampai 1.000 lembar kertas dengan ukuran A4 dan B4
Pengoperasian Mesin Foto Copy
Hidupkan mesin dengan menekan tombol ON
1. Letakkan kertas pada kaca tempat foto copy dengan bagian tepi atas menempel
pada garis skala pada posisi yang tepat di tengah
2. Dengan menekan tombol pengatur hasil copy.
3. Tekan tombol jumlah hasil penggandaan yang dikehendaki
4. Tekan tombol cetak (start)
5. Jika sudah selesai tekan tombol OFF
MEMBAGIKAN DOKUMEN
1. Cara Pembagian Dokumen
Sebelum kita melakukan pembagian dokumen, hendaknya kita harus mengetahui
tentang jenis-jenis dokumen.
Jenis-jenis dokumen ditinjau dari segi ruang lingkup dan bentuk fisiknya akan
kita bahas bersama.
Dokumen dapat dibedakan menjdi tiga macam, yaitu :
A. Dokumen Literal
Adalah dokumen yang terjadi akibat dicetak, ditulis, digambar atau direkam.
Contoh : Buku desertasi, majalah, skripsi, Koran, kompedium statistik, pita
kaset, dokumen hukum, catalog, dll.
B. Dokumen Kolporal
Adalah dokumen yang berwujud benda-benda bersejarah.
Contoh : benda-benda seni, benda-benda kuno, seperti keris, arca, batu pualam,
pakaian adat, mata uang kuno, senjata-senjata tradisional.
C. Dokumen privat
Adalah dokumen yang berwujud surat-menyurat/arsip yang dipelajari dalam ilmu
kearsipan.
Contoh : surat pribadi, surat niaga, surat dinas ,dan lain-lain.
Dokumen privat meliputi bidang kearsipan secara umum bertugas untuk
mengumpulkan warkat/arsip atau surat-menyurat lainnya yang berguna dan disimpan
menurut sistem tertentu agar saat diperlukan mudah ditemukan dengan cepat dan
tepat.
Cara pembagian dokumen dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Tukar-menukar informasi.
2. Memberikan informasi.
3. Menerima informasi.
4. Berlangganan Koran atau surat-surat kabar lainnya.
5. Melakukan pembelian.
Dokumen yang berupa buku lembaran,laporan atau benda-benda tertentu barulah
dapat berguna kalau dapat ditemukan pada saat diperlukan,sehingga banyak
dokumen kurang berarti apabila dokumen tersebut sulit diketahui tentang isi
informasi yang terkandung didalamnya.
Klasifikasi dan pengkodean dokumen
Pengkodean dokumen dapat dengan mudah dilakukan sehingga tidak membutuhkan
Banyak waktu dalam penyimpanan. Untuk melakukan pengkodean dokumen dilakukan
dengan
Mencatat pada buku induk dokumen antara lain sebagai berikut:
1. Nomor urut
2. Tanggal dokumen diperoleh
3. Penyusunan dokumen
4. Nama/judul dokumen
5. Kota tempat terbit
6. Nama penerbit
7. Tahun penerbitan
8. Jumlah halaman
9. Cara saat memperoleh
Pada saat ini,dokumen telah banyak yang direkam atau dijadikan microfilm,
bahkan ada pula yang disimpan dalam memori computer. Dengan pengolahan
kode(kode sandi) akan dapat ditemukan dengan cepat dokumen yang dicari.
Dokumen bisa berwujud lembaran ,pita, rekaman ,atau film. Untuk wujud dari
lembaran khususnya warkat atau surat-surat dipergunakan system kearsipan atau filling.
Lain halnya dengan dokumen yang terjilid ,penyimpanan ,penataan ,dan
pengamanannya dipergunakan system perpustakaan.
Pembagian klasifikasi dimulai dari pembagian utama yang dipecah menjadi
divisi,divisi dipecah lagi menjadi seksi ,dan seksi dipecah menjadi subseksi.
Pembagian klasifikasi ini dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi.
1. Pola klasifikasi judul(caption)dan pembagian judul atas
2. Teknik mengindeks
3. Teknik menetapkan kode
4. Prosedur dan teknik penyimpanan
5. Menentukan pencatatan yang diperlukan
KLASIFIKASI JUDUL ARSIP
Arsip-arsip yang ditata menurut system abjad diklasifikasikan menjadi 4
kelompok,yaitu:
1. Arsip perorangan
Arsip ini diberi judul(caption)nama perorangan.
2. Arsip instansi pemerintah
Arsip ini diberi judul(caption)nama instansi pemerintah.
3. Arsip niaga
Arsip ini diberi judul(caption) nama perusahaan.
4. Arsip yang dikelola oleh badan-badan social.
TEKNIK MENGINDEKS(menetapkan unit)
Setelah menetapkan judul apakah nama perorangan,organisasi social ,instansi
pemerintah, ataupun swasta,maka sekarang kita perlu menentukan unit-unit
terpenting. Hal ini dikenal dengan mengindeks.
Contoh :
Nama orang Indonesia perorangan : Dra. R.A Rostika Tri Hartini.
Judul : kode Ha
Indeks : Hartini , Tri Rostika, Raden Ajeng, Dra.
TEKNIK menetapkan kode
Dalam menetapkan kode , kita menggunakan suatu teknik yang memuat suatu
aturan-aturan dalam mengindeks .
Tata aturan mengindeks dapat dibagi menjadi 4 golongan ,yaitu:
A. Tata aturan mengindeks nama perorangan
Di dalam mengindeks nama perorangan ada 3 cara,yaitu:
1. Nama orang Indonesia
Di dalam mengindeks nama orang Indonesia terdapat 7 cara,yaitu :
1. Pada umumnya ,untuk indeks nama orang Indonesia adalah memakai nama.
2. Mengindeks nama orang Indonesia memakai nama marga adalah nama marganya
JENIS-JENIS MESIN PENGGANDA DOKUMEN
1. Duplikator Hektografik dengan
Alkohol
Duplikator dengan alkohol akan mereproduksi ketikan, tulisan tangan atau gambar
dalam berbagai warna.Mesin ini mampu menggandakan 100 hingga 250 salinan.
Cara pengoperasian Duplikator hektografik dengan alkohol adalah sebagai
berikut:
a.
Penyiapan salinan master
Salinan master disiapkan pada sehelai art paper (permukaan mengilap) dengan
menggunakan kertas karbon hektografik. Kertas karbon dipasang dengan permukaan
yang berlapis menghadap ke atas, dan art paper ditaruh di atasnya, dengan
permukaan yang mengilap menghadap ke bawah. Bahan yang akan direproduksi
kemudian ditulis dengan masin ketik, pensil atau bolpoin pada permukaan art paper
yang terpapar, sehingga cetakan karbon terbalik diperoleh pada permukaan yang
mengilap. Salinan master dapat pula dibuat dari dokumen asli dengan proses
penyalin pemindah-panas.
b.
Proses
penduplikasian
Salinan master dipasang pada rol duplicator. Kertas yang diumpankan ke dalam
mesin lebih dulu dibasahi dengan alkohol dan kemudian ditekankan pada salinan
master. Alkohol melarutkan sedikit cetakan karbon dan dengan demikian membentuk
salinan di atas kertas.
Cara Pemeliharaan:
1) Bersihkan body mesin terhadap semua kotoran
yang melekat dengan
menggunakan lap yang bersih
2) Bersihkan baki kertas dan baki penadah dari
tinta(kotoran sejenis) yang menempel
3) Cabutlah steker dari stop kontak setiap
selesai melakukan penggandaan dan posisi mesin dalam posisi off
4) Bersihkan bekas tinta stensil yang melekat di
kanan kiri rol atau silinder mesin
5) Pada tempat-tempat tertentu bersihkan dengan
menggunakan alat sejenis sikat yang lunak
6) Tutuplah mesin setelah selesai menggunakan
2.Duplikator stensil
Mesin stensil tidak lain adalah mesin penghasil dokumen terbentuk lembaran
dalam jumlah banyak dengan menggunakan pembantu “kertas master” yang disebut
dengan stensil sheet atau sit stensil. Bila dua warna atau lebih diperlukan
pada salinan akhir, stensil yang terpisah harus dibuat dan penduplikasian yang
terpisah harus dijalankan untuk setiap warna
Mesin Stensil Ada 3 Macam, Yaitu:
1) Mesin stensil manual (komponen mekanis dan tenaga
penggeraknya manual)
2) Mesin stensil listrik (komponen mekanis dan tenaga
penggeraknya tenaga listrik)
3) Mesin stensil elektronik (komponen mekanis dan tenaga
penggeraknya tenaga listrik serta dilengkapi dengan panel board yang bekerja
secara otomatis dan system operasinya adalah system elektronis)
Cara pengoperasian mesin stensil adalah sebagai berikut:
a.
Sebelum mengetik pada sit stensil sebaiknya huruf (stensil) pada tuts
dibersihkan terlebih dahulu dengan sikat kawat halus. Huruf-huruf yang harus
dibersihkan antara lain a, b, c, e, g, m, o, p dan w karena sering kotor
terkena endapan bekas karbon atau tip-eks.
b. Sit
stensil harus benar-benar rata pada roll mesin tik agar menghasilkan bekas
ketikan yang baik di sit stensil.Pengetikan pada stensil sit sebaiknya tidak
perlu tergesa-gesa. Hal ini dikarenakan kesalahan pengetikan memang dapat
dibetulkan dengan koreksi, tetapi akan menghasilkan cetakan yang kurang
memuaskan.
Cara pemeliharaan mesin stensil antara lain sebagai berikut:
Saringan mesin stensil hendaknya diperiksa dan kalau perlu dibersihkan dengan
sedikit bensin campur minyak atau paling tepat adalah dengan air panas sehingga
bekas tinta yang kering tidak menyangkut pada saringan. Apabila sudah selesai,
kita melepaskan stensil sit dan kalau menghendaki stensil sit akan dipakai lagi
bersihkan dengan menggunakan minyak tanah yang kemudian disimpan dengan cara
menggantung stensil sit.Tutup mesin stensil supaya bersih. Sebelumnya kita
harus melepaskannya dari aliran listrik.
3. Mesin Offset-Lithoi
Offset adalah mesin cetak yang menggunakan master yang disebut plate dengan
proses pemindahan huruf ke blanket.
Cara Penggunaan duplicator offset-litho
dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Master disiapkan pada lembaran logam
tipis atau kertas dengan permukaan khusus. Master ini dapat diketik dengan
bantuan pita khusus, ditulis tangan, atau digambar dengan menggunakan tinta
atau bolpoin khusus, atau dihasilkan dengan pemindahan difusi, pemindahan
gelatin atau proses pengopian elektrostatik.
2. Salinan master,
setelah dibasuh dengan zat kimia, dipasang pada drum di mana master itu
berkontak dengan air dan tinta berdasarkan minyak, secara terpisah atau sebagai
emulsi. Prosesnya mengandalkan kenyataan bahwa minyak dan air tidak akan bercampur.
Bagian kosong dari master menjadi basah sehingga tidak menerima tinta cetak
sama sekali. Sebaliknya, cetakan berminyak yang dibuat dengan ketikan atau
tulisan tangan menolak air dan menerima tinta.
Cara pemeliharaan:
Mesin ini hanya boleh dioperasikan oleh staf
yang memenuhi syarat.
Tentukan jadwal perawatan yang diberikan oleh
guide mesin pabrikan.
Dalam kondisi dengan kemungkinan apapun. Hanya bahan (minyak, pelumas, gemuk
dsb) yang dianjurkan oleh guide mesin pabrikan.
Seluruh kegagalan dan kesalahan operasi harus di laporkan segera.
Mesin dan peralatan harus secara berkala dibersihkan. Mengunakan hanya
pembersih yang sesuai dan aman bagi lingkungan.
Mesin dan peralatan harus secara khusus di sambungkan pada suplai tenaga
listrik yang sesuai.
Plat yang menempel pada mesin memberikan informasi sertifikasi mengenai
voltase,arus (ac atau pengubah arus tiga arah) yang dibutuhkan oleh mesin.
Ketika terjadi masalah fluktuasi arus atau voltase yang tidak normal, segera
konsultasikan pada teknisi listrik anda.
4. Mesin cetak
Mesin cetak dalam atau dalam bahasa Belanda sering disebut dengan istilah
“Gravure” mempunyai bagian-bagian utama yang berupa tempat acuan, penekan yang
mengatur dengan bak tinta dan penghantar kertas.
Cara pengoperasian dari mesin cetak antara lain sebagai berikut:
1. Menghidupkan mesin dengan tombol On.
2. Seteleh mesin hidup, maka acuan (master
offset) kena tinta.
3. Tinta tersebut disuplai oleh penghantar tinta.
4. Pada saat itu, kertas dihantar oleh
pennghantar kertas.
5. Penekan berbentuk silinder mengambil acuan dan
tinta kemudian menempel di kertas untuk terus dilepaskan.
6. Kertas bersih berubah menjadi kertas yang
sudah cetak sesuai dengan desain pada acuan.
Cara pemeliharaan mesin cetak antara lain sebagai berikut:
a. Kita harus memisahkan mesin cetak dari kertas
yang sudah dipakai.
b. Kita harus menjauhkan mesin cetak dari tinta
dan benda cair lainnya.
c. Setelah selesai dipakai, mesin cetak
harap dibersihkan atau dilap.
d. Tutup mesin tersebut dengan menggunakan
plastik agar jangan sampai debu masuk.
5. Mesin fotokopi
Fotocopy mempunyai beberapa system yaitu:
a. Sistem zoom atau enlargement adalah sistem fotocopy yang
dapat memperbesar hasil copy dari aslinya.
b. Sistem reduction adalah sitem fotocopy yang dapat
memperkecil hasil fotocopy dari aslinya.
c. Sistem fullsize adalah sistem fotocopy yang hasil copynya
sesuai atau sama dengan aslinya.
d. Sistem automatic document feeder, yaitu sistem fotocopy
yang dapat menyortir dan mengelompokkan dokumen hasil fotocopy dari dokumen
yang berbeda berdasarkan nomor urut halaman.
Cara mengoperasikan mesin fotocopy, adalah sebagai berikut:
a. Hidupkan mesin dengan cara menekan tomol ON.
b. Tunggu sejenak sampai mesin panas dan memberi
tanda boleh memulai pekerjaan.
c. Letakkan kertas secukupnya pada baki
kertas.
d. Persiapkan dokumen yang akan dicopy.
e. Periksalah kepekatan tinta.
f. Aturlah posisi pengkopian, apakah
akan diperbesar , diperkecil atau ukuran biasa (100%).
g. Tekan tombol untuk pengatur jumlah salinan
yang diperlukan, tombol ini terdiri atas angka 0-9. Bila kita hendak mengcopy
sebanyak 98, kita tinggal menekan angka 9 dan 8.
h. Bila kita mengcopy dalam jumlah yang banyak,
perhatikan selalu hasil copy. Sebab, bila terlalu banyak dan terus menerus maka
mesin akan panas dan membawa dampak terhadap hasil, yaitu akan kehitam-
hitaman. Karena itu simpanlah mesin fotocopy pada tempat yang sejuk tau ber-AC.
i. Kalau sudah siap mulailah
pengkopian dengan menekan tombol start.
Di bawah ini kita akan menjelaskan cara pemeliharaan mesin fotokopi, yaitu:
1. Melapisi Drum (Tabung) Machine Photo Copy Jenis ASSY (Drum Canon : NP 6045,
NP 6050, NP 6650, AGFA : X 58, X 88 dll) Sehingga Memperkecil Bolong Yang
Terlihat Pada Hasil FotoKopi Blok hitam, Untuk Hasil Maksimal Gunakan Toner
Original
2. Mengaktifkan Drum Cell Mesin fotoCopy Yang Sudah Lemah, Supaya DRUM Mesin
foto Copy Tidak Gampang Nembak / Konsleting, dan Drum Foto Kopi Yang Belang
bisa Normal Kembali,
3. Menghilangkan Lembab Yang Membandel Pada Drum Mesin FotoKopi (Sudah di
BRASO, Belum 1 Bulan Kumat Lagi) Yang Menyebabkan Hasil FotoKopi Kabur,
4. Mempertajam HASIL fotocopy walau Pakai Toner KW2,
5. Merawat DRUM Machine fotocopy agar Usia Drum Panjang,
6. Setelah selesai dipakai, kita
harus melepaskan mesin fotokopi dari sakelar listrik agar tidak terlalu panas
mesinnya.
7.Kita harus membersihkan mesin fotokopi
tersebut setiap seminggu sekali.
8. Sesudah mesin fotokopi dipakai,
diharapkan ditutup kembali agar terbebas dari debu dan air.
6. Alat pencetak (Printer)
Alat ini dapat beroperasi apabila dihubungkan dengan komputer. Alat pencetak
(printer) menghasilkan cetakan yang lebih berkualitas dan terang sesuai dengan
kebutuhan yang diinginkan.
Ada beberapa jenis printer, antara lain:
a. Matriks
Pencetak ini menubrukkan sekelompok titik kecil ke atas kertas sehingga
bergabung membentuk karakter. Kualitasnya umumnya tidak terlalu baik, tetapi
lazim digunakan. Pencetak matriks dengan kepadatan ganda (double density)
menggunakan struktur bintik yang lebih halus sehingga menghasilkan karakter
dengan kualitas yang lebih baik.
b. Pancaran tinta dan laser
Keduanya adalah system yang mencetakkan tinta pada halaman tanpa mambentur
kertas.
c. LCD/citra elektronis
Alat ini pada dasarnya merupakan mesin fotokopi yang “menyalin” secara
elektronis informasi yang tersimpan dan sering disebut “mesin fotokopi
inteligen”. Mesin ini menggunakan sinar laser yang dikendalikan oleh pengolah
data, dengan menempatkan citra karakter pada drum penyalin.
Cara pengoperasian alat pencetak antara lain sebagai berikut:
1. Mengaktifkan file dokumen yang akan
dicetak.
2. Setelah itu, harus dipastikan bahwa alat
pencetak telah siap digunakan untuk mencetak.
3. Kemudian, memilih file.
4. Setelah menekan file, maka akan ditampilkan
kotak dialog print.
5. Kemudian, setelah ada tampilan kotak dialog
print maka kita menekan tombol OK.
Cara pemeliharaan alat pencetak antara lain sebagai berikut:
a. Sesudah dipakai, alat pencetak ini maka harap
dimatikan.
b. Apabila menggunakan alat pencetak (printer),
maka jangan memakai kertas lecek/kusut.
c. Sebelum menggunakan alat pencetak
(printer), maka terlebih dahulu harus memeriksa tinta dari alat pencetak.
d. Tutup alat pencetak tersebut dengan
menggunakan kain atau plastik agar terbebas dari debu.
6.Mesin computer
Mesin computer juga merupakan alat pengganda dalam bentuk software(perangkat
Lunak) hal ini terbukti dari copy-paste yg disediakan computer.
Cara menggunakan :
Langkah pertama yang harus anda ketahui adalah bagaimana cara mengaktifkandan
mematikan komputer dengan benar. Prosedur untuk mengaktifkankomputer dengan
baik dan benar adalah:* Pastikan semua kabel power sudah terhubung dengan
aliran listrik.* Hidupkan CPU (Central processing unit) dengan menekan tombol
on atau power di casing.* Hidupkan Monitor dengan menekan tombol on pada
monitor.* Tunggu hingga booting selesai, lalu akan muncul tampilan windows yang
kita pergunakan.Prosedur untuk mematikan komputer dengan baik dan benar
adalah:* Klik tombol start yang berada pada taskbar.* Lalu klik tombol Turn Off
Computer.* setelah muncul tampilan yang menampilkan 3 pilihan yaitu : 1.
Standbay, 2 Turn Off,3.Restart.* Nah anda pilih yang turn off.
Cara memelihara :
1. Defrag harddisk secara berkala. Fungsi defrag
adalah untuk menata dan mengurutkan file-fileharddisk berdasarkan jenis
file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah prosesread/write sehingga
beban kerja akan lebih ringan yg akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk.
Caranya klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk
Defragmenter.Saat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yg
berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini.2.
Aktifkan screensaver Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain
yg penting.Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan
gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada
fosfor yang menyala terusmenerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor
bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor
anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energysaving, maka screensaver
tidak terlalu dibutuhkan lagi. Cara+ mengaktifkan screensaver dapatdilakukan
dengan banyak cara, salah satunya klik Start > Control Panel > Display
> klik tabscreensaver, kemudian pilih sesuai selera.